Selasa, 22 September 2015
Ta marbuthoh dan Ta maftuhah
APAKAH HURUF "TA" ITU ADA JENIS "TA COWOK ATAU CEWEKNYA"
Pertanyaan :
Menakar jenis kelamin ta’ marbuthoh ة
Ini merupakan bagian kegelisahan selama 20 tahun semenjak kami diperkenalkan huruf hijaiyah. Dari pengajian di langgar kami mulai menggeja alif, ba’, ta’ sampai za’. Tapi ada pertanyaan menggelayut dalam benak tentang jenis kelamin ta’ marbuthoh. Dalam jajaran huruf hijaiyah yang dikenal hanya ta’ maftuhah ت tidak dikenal ta’ marbuthoh, mungkinkah ia huruf illegal? Dalam hal bacaan waqof ia harus diganti dengan ha’. Ini menambah kegalauanku tentang kejelasan ta’ marbuthoh. Mungkin ust/ustadzah punya pengetahuan dengaan rujukannya kami akan sangat berterimakasih
JAWABAN:
Oleh : Amak Alaudin
التاء المربوطة / هي التي تنطق هاءً عند الوقوف وتاءً عند الوصل , ولابد أن تعلوها نقطتان, وتكتب (ـة) و ( ة) فلو واصلنا النطق في قولنا ( هناك حديقةٌ واسعة ) لنطقناها تاء ولو وقفنا عند حديقة لنطقناها ( هاء ) مع بقاء النقطتين
التاء المفتوحة / هي التي تبقى في النطق على حالتها في الوصل والوقف وتكتب (ت) فلو قلت : كتبت الدرس فإن نطق التاء في كتبت لا يتغير في الوقف وفي الوصل
علم النحو
التاء التأنيث في الواحد تكون تاء في الوصل وهاء في الوقف نحو قوله تعالى:
{ {وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا } (18) سورة النحل} .
3 والتاء الأصلية نحو: بيت وأبيات وتقول رأيت أبياتك لأنها أصلية كما تقول رأيت أخوالك لأنها بمنزلة اللام من الأخوال، والدال من الأوتاد وكذلك التاء في صلت وأصليت، وكذلك في وقت وأوقات تقول علمت أوقاتك لأن التاء
Lagu Anak-anak TPA
1. AMAL APA
( Lagu : Sedang apa )
Amal apa. Amal apa, yang disukai Allah
Bersholatlah, bersholatlah, tepat pada waktunya
Apa lagi, apa lagi, yang disukai Allah
Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Sholawatlah, sholawatlah pada Nabi Muhammad
Apa lagi, apa lagi yang disukai Allah
Berjuanglah, berjuanglah, berjuang di jalan Allah
2. MARI-MARILAH SHOLAT
( Lagu : Naik-naik ke puncak )
Sayang-sayang adikku sayang
Mari-marilah sholat
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Satu hari lima kali sujud pada Illahi
Mari-mari, marilah sholat
Lima kali sehari
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
Subuh Dhuhur Asar Maghrib
Isya’ kembali ke Shubuh lagi
3. IKRAR KITA
(Lagu : Bintang Kecil )
Tuhan kita, Allahu Ar Rohim
Nabi kita, Muhammad Al Amin
Kitab kita, Al Qur’anul Karim
Teman kita, sesama muslimin
4. SANTRI KECIL
(Lagu : Bintang Kecil )
Santri kecil di masjid yang indah
Bawa Qur’an dan bawa sajadah
Rajin ngaji dan rajin ibadah
Pakai peci dan busana muslimah
Santri kecil di masjid yang indah
Bawa Qiro’aty dan Al Qur’an
Rajin sholat dan rajin mengaji
Sayang kawan tak suka bermusuhan
5. AGAMAKU ISLAM
( Lagu : Topi saya bundar )
Agamaku Islam, Islam agamaku
Kalau bukan Islam, bukan agamaku
Tuhan saya Allah, Allah Tuhan saya
Kalau bukan Allah, bukan Tuhan saya
Tuhan saya satu, satu Tuhan saya
Kalau tidak satu, bukan Tuhan saya
6. RUKUN ISLAM
( Lagu : Balonku ada lima )
Rukun Islam yang lima
Syahadat, sholat, puasa
Zakat untuk si papa
haji bagi yang kuasa
Siapa yang tak sholat ( dor ….. )
Siapa yang belum zakat
Kan rugi di akhirat
Allah pasti melaknat
7. ALLAH MAHA ESA
( Lagu : Balonku ada lima )
Allah yang Maha Esa
Pemurah dan Pencipta
Tempat hamba meminta
Memuji dan berdoa
Beriman dan berakal
Untuk bekal hidupku
Ikhtiyar dan tawakal
Itulah usahaku
8. TUHAN HANYA SATU
( Lagu : Balonku ada lima )
Tuhanku hanya satu
Tiada bersekutu
Dia tidak berputra
Tidak pula berbapa
Siapa bilang tiga door !
Itu musyrik namanya
Orang seperti dia
Nerakalah tempatnya
9. SHOLAT DAN ZAKAT
( Lagu : Panjang umurnya )
Sholat bersama, sholat bersama
Sholat bersama lebih mulia
Lebih mulia, lebih mulia
Membayar zakat, membayar zakat
Membayar zakat juga utama
Juga utama, juga utama
Rajin mengaji, rajin mengaji
Rajin mengaji juga mulia
Juga mulia, juga mulia
10. MARI MENGAJI
( Lagu : Naik delman )
Tiap sore hari ku rajin datang mengaji
Dengan kawan-kawan, tuk jadi anak terpuji
Di samping mengaji, diajar pula menyanyi
Agar hati ini selalu dekat Illahi
Yo kawan-kawan, marilah kita mengaji
Yo kawan-kawan, marolah kita mengaji
11. ALLAH MAHA ESA
( Lagu : Burung kakak tua )
Allah Maha Esa, Allah Maha Kaya
Allah Maha Sayang, Allah Maha Kuasa
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah Maha Besar
Allah Maha Besar, Allah Maha Kekal
Allah Maha Esa, Allah yang sempurna
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah, Allah, Allahu akbar
Allah Maha Besar
12. SANTRI TPA
( Lagu : Warung pojok )
Hijau muda seragamnya ( menawan )
Pakai jilbab di kepala ( cantiknya )
Qiro’aty bawaannya
Cinta Al Qur’an orangnya
Aduh gantengnya, aduh cantiknya
Aduh anggunnya, baik budi pekertinya
13. MARI SHOLAT
( Lagu : Gelang sipatu gelang )
Sholat, marilah sholat
Mari sholat bersama-sama
Barang siapa yang tidak sholat
Yang tidak sholat mendapat siksa
14. CARA WUDLU
( Lagu : Naik-naik ke puncak )
Mari kawan kita belajar
Cara wudlu yang benar
Yang pertama baca basmalah
Dua basuh telapak tangan
Yang ketiga berkumur-kumur
Sambil membasuh lubang hidung
Yang keempat membasuh muka
Lalu membasuh tangan
Dahulukan tangan yang kanan
Baru tangan yang kiri
Usap kepala langsung telinga
Cukup sekali saja
Yang kelima membasuh kaki
Hingga ke mata kaki
Dahulukan kaki yang kanan
Baru kaki yang kiri
Jangan lupakan baca syahadat
Agar wudlu sempurna
15. JALAN MASUK SYURGA
( Lagu : Satu-satu )
Satu-satu aku cinta Allah
Dua-dua cinta Rasulullah
Tiga-tiga cinta orang tua
Satu, dua, tiga jalan masuk syurga
16. RUKUN IMAN
( Lagu : Satu-satu )
Rukun iman enam perkara
Yang pertama iman kepada Allah
Yang kedua Malaikat-Nya
Yang ketiga Rasul-rasul-Nya
Yang keempat Kitab-kitab-Nya
Yang kelima hari Qiamat
Yang keenam Qodho dan Qodhar
Semua datang dari Allah 2X
17. 25 RASUL
( Lagu : Sorak-sorak bergembira )
Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh
Ibrahim, Luth, Ismail
Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub
Syu’aib, Harun, Musa
Dzulkifli, Daud, Sulaiman
Ilyas, Ilyasa, Yunus
Zakaria, Yahya, Isa
Muhammad Nabi kita
18. KITAB AL QURAN
(Lagu : Layang-layang )
Ku ambil kitab Al Qur’an
Ku baca dan kuartikan
Ku simak dan ku renungkan dengan tenang
Ku jadikan pedoman
Berlatih berlatih
Berlatih membaca Al Qur’an
Berlatih dan ku ajak kawan-kawan
Hati gembira dan senang
19. MUHAMMAD RASULULLAH
( Lagu : Apuse )
Muhammad Rasulullah
Penutup Nabi dan Rasul
Sebagai rahmat bagi alam raya
Muhammad Rasulullah
Pemimpin di akhir zaman
Sholawat serta salam kami untukmu
Ya Muhammad, Rasulullah
Ya Muhammad, hamba Allah
Muhammad Rasulullah
Teladan bagi ummatnya
Al Qur’an firman Allah pedomannya
Muhammad Rasulullah
Jasamu amatlah besar
Mari kita teruskan ajarannya
20. RUKUN ISLAM
( Lagu : Siapa suka hati )
Katakan rukun Islam yang pertama ( Syahadat )
Katakan rukun Islam yang kedua ( Sholat )
Ketiganya puasa, keempat membayar zakat
Kelima pergi haji naik pesawat wus… wus…
21. DISINI ISLAM DISANA ISLAM
( Lagu : Disini senang di sana senang )
Disini Islam disana Islam
Dimanapun aku tetap Islam
Sekarang Islam, besokpun Islam
Sampai matipun aku tetap Islam
Dimanapun tetap Islam, Islam jaya dimanapun
Islam jaya dimanapun, Tetap Islam.
22. I Q R O
( Lagu : Disini senang di sana senang )
Disini Iqro’ disana Iqro’
Dimana-mana bacalah Iqro’
Di sekolah baca, di rumah baca
Di mana-mana bacalah Iqro’
23. SANTRI KECIL
( Lagu : Pelangi koes plus )
Kulihat santri kecil di sore hari
Ia rajin mengaji sambil bernyanyi
Santri kecil-santri kecil
Rajin-rajinlah mengaji
Mengabdi pada Illahi
Untuk bekal hari nanti
24. SUARA ADZAN
(Lagu : Kring-kring-kring ada sepeda)
Terdengar suara adzan,
Tanda panggilan sholat
Tundalah kegiatan,
Marilah beribadah
Dengar seruan qomat,
Sholatkan dimulai
Khusyu’ waktu ibadah
Ikhlas di dalam hati
25. AL QURAN
(Lagu : Soleram)
Al Qur’an, Al Qur’an
Al Qur’an firman Tuhan
Kitab suci menjadi pedoman kawan
Pelajari serta diamalkan
Kitab suci menjadi pedoman kawan
Pelajari serta diamalkan
26. MARI KITA SHOLAT
( Lagu : Matahari terbenam )
Ayo kawan semua, mari kita sholat
Tinggalkan permainan, kerjakan ibadah
Ayo … ayo…. ayo mari kita sholat
Ayo … ayo … ayo kerjakan ibadah
27. PERGI MENGAJI
( Lagu : Matahari terbenam )
Menjelang sore hari, ku pergi mengaji
Kubawa Qiro’aty, dengan senang hati
Ayo…ayo… ayo kita mengaji
Ayo…ayo… ayo kita mengaji
28. LIHAT AKU
( Lagu : Lihat kebunku )
Lihatlah aku, aku anak yang pintar
Riang selalu dan rajin belajar
Setiap hari ku ngaji Al Qur’an
Bersama teman
Senangnya hatiku
29. WAKTU DAN REKAAT SHOLAT
(Lagu : Bangun tidur)
Sholat Shubuh di pagi hari
Sholat Dhuhur di siang hari
Sholat Asar di sore hari
Maghrib, Isya’ di malam hari
Sholat Subuh dua rekaat
Dhuhur ‘Asar empat rekaat
Sholat Maghrib tiga rekaat
Sholat Isya’ empat rekaat
30. MENGAJI AL QUR AN
(Lagu : Heli anjing kecil)
Mari mengaji Al Qur’an
Dengan ustadz ustadah
Ikuti dan perhatikan
Jangan banyak bercanda
Ingat, Hei teman
Hormati Al Qur’an, Ayo baca Qur’an
Ayo, hei teman
Kita mengamalkan, Ayo baca Qur’an
30. MENGAJI AL QUR AN
(Lagu : Heli anjing kecil)
Mari mengaji Al Qur’an
Dengan ustadz ustadah
Ikuti dan perhatikan
Jangan banyak bercanda
Ingat, Hei teman
Hormati Al Qur’an, Ayo baca Qur’an
Ayo, hei teman
Kita mengamalkan, Ayo baca Qur’an
31. AKU ANAK ISLAM
(Lagu : Aku anak sehat)
Aku anak Islam, rajin sembahyang
Karena bimbingan, ibu tersayang
Semenjak aku kecil, slalu ikut mengaji
Sehingga mengerti, ajaran Ilahi
Senang hati ibu, melihat aku
Tak lupa mengaji, setiap waktu
Bila aku belajar, ibu slalu ikhtiar
Membimbingku belajar, jadi anak yang pintar
32. MASUK PENGAJIAN
(Lagu : Lagi bilaman)
Ayo, kawan-kawan kita bergandeng tangan
Besama-sama masuk ke pengajian
Ayo, ayo , ayo
Ayo, ayo, ayo
Bawa Qiro’aty dan Al Qur’an
Jangan sampai ketinggalan
Duduk tertib mendengarkan
33. CINTA ISLAM
( Lagu : Desaku)
Islamku yang kucinta
Kujaga selalu
Membuat ku bahagia
Dan ingin menyatu
Tak akan kulupakan
Tak akan bercerai
Selalu kudambakan
Islamku yang damai
34. NGAJI SAMA-SAMA
( Lagu : Cublak-cublak suweng )
Ngaji sama-sama, yang ramai tidak bisa
Yang ngantuk tidak dengar, yang nganggu tak disuka
Bismillah ayo ngaji, bismillah ayo ngaji
Ayo-ayo ngaji, ngajine sing tenanan
Ora pareng gojegan
Lungguhe anteng-antengan
Sing rame kancane syetan
Bismillah ayo ngaji, bismillah ayo ngaji
35. SIAPA TAHU
( Lagu :Nama-nama rasa )
Siapa tahu nama Tuhan kita
Allah Allah Allah Azawajala
Siapa tahu nama Nabi kita
Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam
Cobalah katakan apa kitab kita
Alqur’an namanya
Sesama muslim itu teman kita
Kalau musuh kita adalah setan
36. MENUNTUT ILMU
( Lagu : Bebek-bebekku )
Teman-temanku, mari-kemari
Ikutlah aku menuntut ilmu
Disana kita ngaji bersama
Tuk bekal hidup nanti diakhiratnya
Yo ikut, yo ikut ngaji bersama
Belajar Al Qur’an dengan gembira
37. ARTI TPA DAN MTA
(Lagu : Apa guna keluh kesah)
Apa artinya TPA
Apa artinya TPA
Taman Pendidikan Al-Qur’an
Itu artinya TPA
Apa artinya MTA
Apa artinya MTA
Itu Majlis Tafsir Al-Qur’an
Itu artinya MTA
38. ALLAH TUJUAN KITA
(Lagu : Semut-semut kecil)
+ Wahai santri-santri
Ustadz mau tanya
Siapa Tuhanmu, siapa Nabimu, dan apa kitabmu ?
= Ustadz baik hati
Kami kan menjawab
Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Al Qur’an kitabku
Alhamdulillah kalian tahu
Alhamdulillah kalo begitu
+ Wahai santri-santri
Ustadz tanya lagi
Siapa temanmu, siapa musuhmu, harus bagaimana ?
= Ustadz baik hati
Kami kan menjawab
Muslim temanku, Syetan musuhku wajib dijauhi
Allah ta’ala tujuan kita
Nabi Muhammad teladan kita
Al Qur’an karim, pedoman kita
Iman dan taqwa bekal utama
La la la la la la la la la 2x
La la la la la la la la la 2x
39. MASYITHOH
Wahai Masyithoh putrid Islam yang mulia
Imannya teguh pada Allah Taala
Fir’aun tahu serta marah kepadanya
Lalu disiksa dengan kejam tak terkira
Masyithoh sholeh diberi hukuman yang mengerikan
Tak gentar dengan rela hati
Allahu Akbar 2x
40. SATRI KECIL
Santri-santri kecil dari TPA MTA
Bawa Qiroaty juga bawa Al Qur’an
Bermain bernyanyi mengaji bersama
Berseragam indah bagai kupu-kupu syurga
41. SHOLAT WAJIB
Tak lupa tugasku setiap hari
Sembahyang wajibku yang lima kali
Shubuh Dhuhur ‘Ashar Maghrib dan Isya’
Tak mungkin aku lupakan slama-lamanya
42. SYAHADAT
Asyhadu alla illaha illa Allah
Waasyhadu anna Muhammadar rasulullah
Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah
Dan saya bersaksi Muhammad utusan Allah
43. CIPTAAN ALLAH
Bila kupandang langit dan bumi
Alam semesta ini
Semua ciptaan yang Esa
Ya ….. Allah
Firman-Mu bagai sinar yang terang
Menuju kebenaran
Jauhkan aku dari siksaan
Ya ….. Allah
Pengasih dan penyayang
Pada semua insane
Memuji selalu nama-Mu
Allah, Allah, Allah
44. ANGGOTA BADAN
Kita hafalkan bersama
Nama-nama anggota badan
Dalam bahasa Arab
Kepala rokshun, rambut sya’run
Kening jabkhotun, mata ‘ainun
Hidung anfun, telinga udzunun
Dada shodrun, leher unuqun
Famun mulut, shofkhotun bibir
Sinun gigi, lisanun lidah
Bagnun perut, rijlun kaki
Yadun tangan, ashobiun jari-jari
45. BULAN HIJRIAH
Mari kawan semua, kita menghafalkan
Dua belas nama bulan dalam tahun Hijriayah
Satu Muharrom, kedua Shafar
Taga Robiul awal, empat Rabiul tsani
Lima Jumadil ula, enam Jumadil tsaniyah
Ketujuh bulan rojab, delapan bulan Sya’ban
Sembilan Romadhon, sepuluh bulan Syawal
Sebelas Dzulqoidah, Duabelas Dzulhijah
46. ALHAMDULILLAH PUNYA MATA
Alhamdulillah, alhamdulillah
Aku punya mata
Mataku indah mataku bersih
Oh Alhamdulillah
Dapat kulihat dapat kupandang
Pemandangan indah
Aku bersyukur Alhamdulillah
Terimakasih Allah
47. 10 MALAIKAT ALLAH
10 Malaikat Allah
Jibril pembawa wahyu
Mikail pembagi rizqi
Isrofil peniup sangka kala
Izroil pencabut nyawa
Munkar dan Nakir penanya di kubur
Rqib dan Atid pencatat amal
Malik penjaga di Neraka
Ridwan penunggu Syurga
10 Malaikat Allah
48. ALLAH MAHA MELIHAT
Allah Maha Melihat hat … hat…
Semua perilakumu mu… mu…
Allah Maha Mendengar ngar…ngar…
Semua perkataanmu mu…mu…
Ayo kita waspada da…da…
Jangat berbuat dosa sa…sa…
Ingat ingat selalu lu…lu…
Allah mengawasimu mu…mu…
49. RUKUN ISLAM DAN IMAN
Rukun Islam ada lima
Pertama ucap dua kalimat syahadat
Keduanya sholat ketiga berpuasa
Keempat zakat kelima naik haji
Rukun Iman ada enam
Percaya Allah, percaya pada malaikat
Percaya Kitab Allah serta Nabi dan Rasul
Percaya kiamat qodho dan qodar
Rukun Islam harus dikerjakan
Rukun Iman diyakini
50. I PI YA
Ipiyaa ya ya ipiye
Aku dadi cah Islam wae
Yen awan tak pikerke
Yen wengi tak impekke
Imanku san soyo kuwate
Ayo konco ayo konco
Iki wis arep sasi poso
Mulo padha nindhakno
Iku sifat satriyo
Bedho karo sifate buto
51. BELAJAR NGAJI
Saya ingin belajar Bu
Belajar di TPA
Perlu cari ilmu Bu
Ilmu yang berguna
Blajar mengkaji Qur’an Bu
Ilmu yang sempurna
Besok untuk bekal Bu
Kecil sampai tua
Sungguh Qur’an itu Bu
Petunjuk manusia
Agar bahagia Bu
Dunia akhiratnya
52. SHOLAT
Sholat iku penggawe mulyo
Laku gampang ora rekoso
Lan ngilangake laku kang nistha
Mumpung isih pada ana ndonya
Tindake Nabi wajib den turut
Nyembah Allah kelawan sujud
Lan nindakake laku kang becik
Ngedohi laku alo lan musyrik
53. MESEMMA
Mesemmaaa……..
Yen ora bisa kandha
Mesemmaaa……..
Yen ora pati cetha
Mesemmaaa……..
Nadyan atimu rada gelo
Mesemmaaa……..
Ngiras kanggo tamba
Mesemmaaa……..
54. BOCAH CILIK
Bocah cilik-cilik
Lungguh tharik-tharik
Sandangane resik
Tumindake becik
Allah Pangeranku
Muhamamd Nabiku
Islam agamaku
Al Qur’an kitabku
55. DOA IBU
Sejak kecil kudiasuh
Oleh ayah dan ibu
Tak pernah dia mengeluh
Malam kudijaga
Pesan dari ibu guru
Kuingat selalu
Do’akanlah orang tua
Biar masuk syurga
Oh Tuhan, oh Tuhanku
Dengarlah do’aku
Kasihinilah ayah dan ibu
Dan ampunilah dosanya
56. NABI YUNA
Nabiyuna Nabi Muhamamd
Ismu abi sayyid Abdullah
Ummuhu sayyidah Aminah
Wahyuwayyulladu bi Makkah
Yaumul Isnain qobla subhi
Syahrul April yaumul ‘Asyiri
Amun fiil maulidun Nabi
Khomsun mi’ah wahid wa sab’iin
Nabiku Nabi Muhammad
Ingkang romo sayyid Abdullah
Ingkang ibu Siti Aminah
Miyos dalem wonten ing Mekkah
Dino Senen ing wayah subuh
Sasi April tanggal rong puluh
Tahun Fill miyose Nabi
Limo pitu siji tahun Masehi
57. ALLAHU AKBAR
Allahu akbar, Allahu Akbar
Allahu akbar, Allahu Akbar
Esuk-esuk uthuk-uthuk
Gununge katon ngregunuk
Genduk ojo ngantuk
Kae adzane wis nyeluk
Allahu akbar, Allahu Akbar
Allahu akbar, Allahu Akbar
Sisih wetan bang nerawang
Ojo padha ongkang-ongkang
Kakang menyang mblumbang
Sesuci nuli sembahyang
Allahu akbar, Allahu Akbar
Allahu akbar, Allahu Akbar
58. ALLAH MAHA WELAS
Duh Gusti nyuwun kawelasan
Dateng sadaya kesaenan
Duh Dzat kang welas
Lan kang ngapura
Mugi ngapunten
Ing dosa kita
59. ASSALAAMU ‘ALAIKUM
Assalaamu ‘alaikum
Wa’alaikum salam
Semoga sejahtera
Atas karunia-Nya
60. BISMILLAH HIRRAHMAANIRROHIIM
Bismillahirrohmaanirrohiim
Dengan jalan rahmat dan kasih-Nya
Mereka yang beriman mereka yang bertakwa
Senantiasa dalam nikmat Allah
Buat ngudang-ngudang fatiyyah , biar tersenyum dan ketawa, hehehe…. tapi insya Allah syarat makna…
1. TEPUK ISLAM
Tepuk Islam
( X X X ) agamamu ( X X X ) Islam
( X X X ) Tuhanmu ( X X X ) Allah
( X X X ) Nabimu ( X X X ) Muhammad
( X X X ) Kitabmu ( X X X ) Al Qur’an
( X X X ) temanmu ( X X X ) muslim
( X X X ) musuhmu ( X X X ) syetan
2. TEPUK TENANG
Tepuk tenang
( X X X ) te ( X X X ) nang
( X X X ) tenang sedakep Mendel cep.
3. TEPUK KHOLIFAH
Tepuk Kholifah
( X X X ) pertama ( X X X ) Abu Bakar
( X X X ) kedua ( X X X ) Umar
( X X X ) ketiga ( X X X ) Usman
( X X X ) keempat ( X X X ) Ali
4. TEPUK RUKUN ISLAM
Tepuk rukun Islam
( X X X ) pertama ( X X X ) syahadat
( X X X ) kedua ( X X X ) shalat
( X X X ) ketiga ( X X X ) puasa
( X X X ) keempat ( X X X ) zakat
( X X X ) kelima ( X X X ) haji
5. TEPUK RUKUN IMAN
Tepuk rukun Iman
( X X X ) pertama ( X X X ) pada Allah
( X X X ) kedua ( X X X ) Malaikat
( X X X ) ketiga ( X X X ) Kitab-Nya
( X X X ) keempat ( X X X ) Nabi-Nya
( X X X ) kelima ( X X X ) Hari Kiamat
( X X X ) keenam ( X X X ) Taqdir
6. TEPUK AL QUR’AN
( X X X ) pertama ( X X X ) Al Fatihah
( X X X ) kedua ( X X X ) Al Baqorah
( X X X ) ketiga ( X X X ) Ali Imran
( X X X ) keempat ( X X X ) An Nisa’
( X X X ) kelima ( X X X ) Al Maidah
( X X X ) keenam ( X X X ) Al An’am
( X X X ) ketujuh ( X X X ) Al A’raf
( X X X ) kedelapan ( X X X ) Al Anfal
( X X X ) kesembilan ( X X X ) At Taubah
( X X X ) kesepuluh ( X X X ) Yunus
7. TEPUK ISTIQOMAH
( X X X ) Aku ( X X X ) Anak Islam
( X X X ) Slalu bangga ( X X X ) dengan Islam
( X X X ) Jadi mentri ( X X X ) tetap Islam
( X X X ) Jadi mantri ( X X X ) tetap Islam
( X X X ) Pak polisi ( X X X ) tetap Islam
( X X X ) Sampai mati ( X X X ) tetap Islam
( X X X ) Islam Islam yes.
8. TEPUK ISLAM JAYA
( X X X ) I ( X X X ) S
( X X X ) L ( X X X ) A
( X X X ) M ( X X X ) Islam …. Jaya.
9. TEPUK SHOLAT
( X X X ) Lima waktu ( X X X ) kulakukan
( X X X ) Hati riang ( X X X ) jiwa lapang
( X X X ) Subuh ( X X X ) Dhuhur
( X X X ) Ashar ( X X X ) Maghrib
( X X X ) Isya’ ( X X X ) tak pernah
( X X X ) kutinggalkan
10. TEPUK PANJI ISLAM
Panji Islam kan datang ( X X X hey )
Umat Islam kan menang ( X X X hey )
Tak henti kami berjuang ( X X X hey )
Agar panji Islam menjulang ( X X X hey )
Kamis, 17 September 2015
Makna Kalimat Allaahu Maujuudun ( الله موجود )
Bagaimana penjelasannya kalimat "ALLAHU MAUJUDUN (الله موجود) " ??
(Maujuudun/maujud = isim maf'ul (yang di adakan) sementara Allah swt itu yang mengadakan !
Arti Allahu maujudun bukanlah Allah itu diwujudkan, melainkan Allah itu Dzat yang dihukumi dengan sifat Wujud.
Lafadz maujudun itu isim maf'ul dari fiil madi Wajada (وجد) bukan dari Aujada (اوجد)
فيكون الوجود محكوما به على الذات
Dasuki ummul barohin: 75
( وفي اسم مفعول الثلاثي أطرد ... زنة مفعول كآت من قصد )
إذا أريد بناء اسم المفعول من الفعل الثلاثي جيء به على زنة مفعول قياسا مطردا نحو قصدته فهو مقصود وضربته فهو مضروب ومررت به فهو ممروربه
( وناب نقلا عنه ذو فعيل ... نحو فتاة أو فتى كحيل )
ينوب فعيل عن مفعول في الدلالة على معناه نحو مررت برجل جريح وامرأة جريح وفتاة كحيل وفتى كحيل وامرأة قتيل ورجل قتيل فناب جريح وكحيل وقتيل عن مجروح ومكحول ومقتول
ولا ينقاس ذلك في شيء بل يقتصر فيه على السماع وهذا معنى قوله
( وناب نقلا عنه ذو فعيل ... )
Alfiyyah ibnu malik : Bab abniyatu al-mashodir
الموجود إما غني عن غيره وإما فقير إلى غيره والفقير المحتاج إلى غيره لا تزول حاجته وفقره إلا بغني عن غيره
Kata almaujud itu ada kalanya tidak butuh pada yg lain, ada kalanya butuh pada yg lain
آل رسول الله وأولياؤه - (ج 1 / ص 147)
Jumat, 11 September 2015
Istilah-istilah khusus dina ilmu tashowuf
Dina Riyadloh sareng kitab-kitab Tashowwuf aya istilah-istiah khusus anu sering dianggo, diantawisna;
1. RIYADLOTUNNAFSI ((رِيَاضَةُ النَّفْسِ
Riyadloh, hartosna olahraga, tapi anu dimaksad ku Riyadloh dina elmu Tasowuf nyaeta ngalatih jiwa sina biasa patuh sareng ta'at kana aturan Alloh sarta tebih tina paharaman, alias ngalatih jiwa sangkan istiqomah dina ibadah ka Alloh anu ngaping ka urang siang wengi, malah mandar diri urang salamina aya dina rohmat sareng ridlo Mantena.
2. MA'RIFAT (( مَعْرِفَةٌ
Hartosna numutkeun ahli Tashowuf; iman hiji jalmi anu parantos dugi kana rasa, minimal rasa ditingali sareng di teuteup ku Alloh, rasa dipayuneun Alloh. Jalmina disebat 'Arif/'Arifin.
3. THORIQOH/TOREKAT ( طَرِيْقَةٌ )
Hartosna; jalan ningkatkeun kaimanan, supados ngahontal darajat kawalian dugi kana tingkat ma'rifat ku mangrupi dzikir, nyeueurkeun amal soleh, sareng sajabina.
4. GHOFIL/GHOFILUN ( الغَافِلُ – الغَافِلُوْنَ )
Hartosna: Jalmi anu ibadah ka Alloh tapi manahna malaweung, manahna teu ngiring ibadah, hilap kanu nyiptakeun, henteu gaduh rasa diteuteup sareng di tingal ku Alloh, jongjon tonggoy ngumbar rasa, ari badan mayun ka Alloh tapi manahna cuscos kaditu kadieu.
5. MUBTADI/MUBTADIUN ( المُبْتَدِئُ – المُبْتَدِئُوْنَ )
Hartosna; Jalmi anu diajar ibadah, tur ibadahna ikhlas karana Alloh, namung aya kasieun, upami dirina henteu ibadah sieun henteu di rohmat ku Alloh di dunya, pedah sok aya karaosna, upami henteu tahajud teh sok rada seuseut rizki sareng sajabina,janten ku ibadahna aya maksad sejen nyaeta hoyong hasil maksad dina masalah dunya.
6. 'ABID/'ABIDUN ( العَابِدُ – العَابِدُوْنَ )
Hartosna; Jalmi ahli ibadah tur ibadahna ikhlas karana Alloh, namung dibalik eta dirina miharep kana ganjaran ukhrowi, sapertos hoyong ganjaran surga sareng sieun siksa naraka.
7. 'ARIF/'ARIFUN ( العَارِفُ – العَارِفُوْنَ )
Hartosna; Jalmi anu ma'rifat anu imana tos dugi kana salah sawios tingkatan iman anu tilu nyaeta:
1) Iman 'Ilmul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat 'Ilmu, sifat Sama', sareng Bashorna Alloh, dugika eta kayakinan ngajantenkeun rasa, tegesna jalmi anu gaduh rasa yen dirina di sarengan ku Alloh, manahna teu lesot tina rasa di teuteup sareng di dangu ku Alloh, dugika ngaraoskeun yen dirina asa dihadiran ku Alloh (asa papayun-payun paduduaan), sanaos dirina campur gaul sareng batur tapi hatena henteu tagiwur.
Jalmi anu imana dugi kana iman 'Ilmul Yaqin maqomna disebat maqom MUROQOBAH, hartosna rasa di tingali di intip ku Alloh.
2) Iman Haqqul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat Qudrot sareng Irodat Alloh, tegesna titingalian ladang soca, kukupingan ladang cepil, sareng sagala rupi anu karaos ku anggota badan dianggo jembatan emas kanggo muhadloroh sareng musyahadah ka Alloh, dina hartos soca ningal makhluk tapi manahna malatas dugi kanu ngadamel eta makhluk (Alloh), socana ningali kana tapak Qudrot Alloh, sapertos ningali gunung, ningali tatangkalan sareng sajabina, tapi manahna malatas tafakur dugi ka Alloh nu ngadamelna. Jalmi anu kieu, maqomna disebat maqom MUSYAHADAH, hartosna; rasa di payunan, papayun-payun sareng Alloh.
3) Iman 'Ainul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat Hayatna Alloh dugika gaduh rasa anu hirup teh mung Alloh wungkul, sadaya makhluk teu aya (teu kabandungan ku hatena), da anu aya mah ngan Alloh wungkul, tegesna manahna henteu tiasa ngabandungan kana gerak gerik makhluk margi kahalangan ku eling ka Kholiqna. Jalmi anu karanjingan ku sifat Hayat calik dina maqom FANA, (disebat Wali Majdub).
Sadaya mu'minin kedah ngusahakeun sangkan imanna ningkat dugi kana tingkat ma'rifat, boh dugi kana iman 'Ilmul Yaqin (maqom Muroqobah) atanapi iman Haqqul Yaqin (maqom Musyahadah), namung teu kenging (haram) ngusahakan dugika Iman 'Ainul Yaqin (Maqom Fana) alias janten Wali Majdub, margi Wali Majdub mah tos teu emut kana syare'at kahalang ku eling ka Kholiqna, tapi nu haram teh ngusahakeunana, atuh upami dipasihan langsung ku Alloh mah sae kabina-bina.
8. SALIK / SALIKUN ( السَّالِكُ – السَّالِكُوْنَ )
Hartosna, Jalmi anu nyukcruk kana jalur ka ma'rifatan, boh ku jalan istiqomah dina ngalakonan amal ibadah, atanapi ku jalan tafakkur sareng tadzakkur (dzikir) bari dirina miharep hoyong dipasihan ma'rifat ku Alloh.
9. MURID/MURIDUN (المُرِيْدَ – المُرِيْدُوْنَ )
Hartosna, teu benten sareng Salikun, nyaeta; "anu ngalakonan amal bari ikhlas karana Alloh". Namung Muridun mah henteu gaduh maksad sareng tujuan anging palay rido Alloh wungkul, sanes palay ma'rifat. Da kama'rifatan mah mangrupikeun nugraha nu dipasihkeun ku Alloh langsung ka abdina anu dipicinta ku Anjeuna. Atuh teu ma'rifat teh teu doraka, anu doraka mah nu teu istiqomah dina ngalakonan ibadah, janten anu di penting keun ku para Muridun mah ngusahakeun sangkan dirina istiqomah dina ngalaksanakeun tugas sareng parentah.
10. AHLI HIKMAH/HUKAMA (الحِكْمَةُ – اَلْحُكَمَاءُ )
Ari hartos "hikmah" nyaeta; adil, hilim, jatnika, ari Ahli Hikmah anu aya dina Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 269, nyaeta; jalmi anu terang kana hukum-hukum Fiqh, terang kana ma'na Alquran sareng Alhadits, disebatna HUKAMA, darajatna saluhureun 'ULAMA, saur Alloh;
{يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًاط وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُولُو اْلأَلْبَابِ}
"Alloh masihkeun al-hikmah (faham pisan kana eusi quran sareng hadits) ka saha bae sakersana, jeung saha anu dipasihan al-hikmah maka nyata parantos dipasihan kahadean anu seueur, jeung teu pati-pati ngarti (kana dawuh Alloh) kajaba jalma anu boga akal".
1. RIYADLOTUNNAFSI ((رِيَاضَةُ النَّفْسِ
Riyadloh, hartosna olahraga, tapi anu dimaksad ku Riyadloh dina elmu Tasowuf nyaeta ngalatih jiwa sina biasa patuh sareng ta'at kana aturan Alloh sarta tebih tina paharaman, alias ngalatih jiwa sangkan istiqomah dina ibadah ka Alloh anu ngaping ka urang siang wengi, malah mandar diri urang salamina aya dina rohmat sareng ridlo Mantena.
2. MA'RIFAT (( مَعْرِفَةٌ
Hartosna numutkeun ahli Tashowuf; iman hiji jalmi anu parantos dugi kana rasa, minimal rasa ditingali sareng di teuteup ku Alloh, rasa dipayuneun Alloh. Jalmina disebat 'Arif/'Arifin.
3. THORIQOH/TOREKAT ( طَرِيْقَةٌ )
Hartosna; jalan ningkatkeun kaimanan, supados ngahontal darajat kawalian dugi kana tingkat ma'rifat ku mangrupi dzikir, nyeueurkeun amal soleh, sareng sajabina.
4. GHOFIL/GHOFILUN ( الغَافِلُ – الغَافِلُوْنَ )
Hartosna: Jalmi anu ibadah ka Alloh tapi manahna malaweung, manahna teu ngiring ibadah, hilap kanu nyiptakeun, henteu gaduh rasa diteuteup sareng di tingal ku Alloh, jongjon tonggoy ngumbar rasa, ari badan mayun ka Alloh tapi manahna cuscos kaditu kadieu.
5. MUBTADI/MUBTADIUN ( المُبْتَدِئُ – المُبْتَدِئُوْنَ )
Hartosna; Jalmi anu diajar ibadah, tur ibadahna ikhlas karana Alloh, namung aya kasieun, upami dirina henteu ibadah sieun henteu di rohmat ku Alloh di dunya, pedah sok aya karaosna, upami henteu tahajud teh sok rada seuseut rizki sareng sajabina,janten ku ibadahna aya maksad sejen nyaeta hoyong hasil maksad dina masalah dunya.
6. 'ABID/'ABIDUN ( العَابِدُ – العَابِدُوْنَ )
Hartosna; Jalmi ahli ibadah tur ibadahna ikhlas karana Alloh, namung dibalik eta dirina miharep kana ganjaran ukhrowi, sapertos hoyong ganjaran surga sareng sieun siksa naraka.
7. 'ARIF/'ARIFUN ( العَارِفُ – العَارِفُوْنَ )
Hartosna; Jalmi anu ma'rifat anu imana tos dugi kana salah sawios tingkatan iman anu tilu nyaeta:
1) Iman 'Ilmul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat 'Ilmu, sifat Sama', sareng Bashorna Alloh, dugika eta kayakinan ngajantenkeun rasa, tegesna jalmi anu gaduh rasa yen dirina di sarengan ku Alloh, manahna teu lesot tina rasa di teuteup sareng di dangu ku Alloh, dugika ngaraoskeun yen dirina asa dihadiran ku Alloh (asa papayun-payun paduduaan), sanaos dirina campur gaul sareng batur tapi hatena henteu tagiwur.
Jalmi anu imana dugi kana iman 'Ilmul Yaqin maqomna disebat maqom MUROQOBAH, hartosna rasa di tingali di intip ku Alloh.
2) Iman Haqqul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat Qudrot sareng Irodat Alloh, tegesna titingalian ladang soca, kukupingan ladang cepil, sareng sagala rupi anu karaos ku anggota badan dianggo jembatan emas kanggo muhadloroh sareng musyahadah ka Alloh, dina hartos soca ningal makhluk tapi manahna malatas dugi kanu ngadamel eta makhluk (Alloh), socana ningali kana tapak Qudrot Alloh, sapertos ningali gunung, ningali tatangkalan sareng sajabina, tapi manahna malatas tafakur dugi ka Alloh nu ngadamelna. Jalmi anu kieu, maqomna disebat maqom MUSYAHADAH, hartosna; rasa di payunan, papayun-payun sareng Alloh.
3) Iman 'Ainul Yaqin.
Nyaeta jalmi anu ngayakinkeun kana sifat Hayatna Alloh dugika gaduh rasa anu hirup teh mung Alloh wungkul, sadaya makhluk teu aya (teu kabandungan ku hatena), da anu aya mah ngan Alloh wungkul, tegesna manahna henteu tiasa ngabandungan kana gerak gerik makhluk margi kahalangan ku eling ka Kholiqna. Jalmi anu karanjingan ku sifat Hayat calik dina maqom FANA, (disebat Wali Majdub).
Sadaya mu'minin kedah ngusahakeun sangkan imanna ningkat dugi kana tingkat ma'rifat, boh dugi kana iman 'Ilmul Yaqin (maqom Muroqobah) atanapi iman Haqqul Yaqin (maqom Musyahadah), namung teu kenging (haram) ngusahakan dugika Iman 'Ainul Yaqin (Maqom Fana) alias janten Wali Majdub, margi Wali Majdub mah tos teu emut kana syare'at kahalang ku eling ka Kholiqna, tapi nu haram teh ngusahakeunana, atuh upami dipasihan langsung ku Alloh mah sae kabina-bina.
8. SALIK / SALIKUN ( السَّالِكُ – السَّالِكُوْنَ )
Hartosna, Jalmi anu nyukcruk kana jalur ka ma'rifatan, boh ku jalan istiqomah dina ngalakonan amal ibadah, atanapi ku jalan tafakkur sareng tadzakkur (dzikir) bari dirina miharep hoyong dipasihan ma'rifat ku Alloh.
9. MURID/MURIDUN (المُرِيْدَ – المُرِيْدُوْنَ )
Hartosna, teu benten sareng Salikun, nyaeta; "anu ngalakonan amal bari ikhlas karana Alloh". Namung Muridun mah henteu gaduh maksad sareng tujuan anging palay rido Alloh wungkul, sanes palay ma'rifat. Da kama'rifatan mah mangrupikeun nugraha nu dipasihkeun ku Alloh langsung ka abdina anu dipicinta ku Anjeuna. Atuh teu ma'rifat teh teu doraka, anu doraka mah nu teu istiqomah dina ngalakonan ibadah, janten anu di penting keun ku para Muridun mah ngusahakeun sangkan dirina istiqomah dina ngalaksanakeun tugas sareng parentah.
10. AHLI HIKMAH/HUKAMA (الحِكْمَةُ – اَلْحُكَمَاءُ )
Ari hartos "hikmah" nyaeta; adil, hilim, jatnika, ari Ahli Hikmah anu aya dina Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 269, nyaeta; jalmi anu terang kana hukum-hukum Fiqh, terang kana ma'na Alquran sareng Alhadits, disebatna HUKAMA, darajatna saluhureun 'ULAMA, saur Alloh;
{يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًاط وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُولُو اْلأَلْبَابِ}
"Alloh masihkeun al-hikmah (faham pisan kana eusi quran sareng hadits) ka saha bae sakersana, jeung saha anu dipasihan al-hikmah maka nyata parantos dipasihan kahadean anu seueur, jeung teu pati-pati ngarti (kana dawuh Alloh) kajaba jalma anu boga akal".
Kamis, 03 September 2015
Wiridan setelah sholat fardlu
سُنَّ ذِكرٌ ودعاءٌ سرًّا عقِبَ الصلاةِ ، لكن يُجهِر بهما مَن يريد تعليمَ الناسِ مأموما كان أو غيرَه . ( اه نهاية الزين ص ٧٧ )
Disunnahkan dzikir dan du'a dengan pelan setelah sholat, tapi dikeraskan bagi orang yang hendak mengajarkan orang lain, baik itu imam atau pun lain imam
وهذا ما يقال عقب الصلوات الخمس أو بعضها :
Ini yang dibaca setelah sholat lima waktu
أستغفر الله العظيم ×٣
اللهم انت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام ، لا اله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير .
اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا رٓادّ لما قضيت ولا ينفع ذا الجدِّ منك الجدُّ ولا حول ولا قوة الا بالله العليّ العظيم ، لا اله إلا الله ولا نعبد الا إيّاه له النعمة وله الفضل وله الثناء الجميل الحسن ، لا اله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون ، اللهم ربَّنا وربَّ كل شيئ أنا شهيد أنك الربُّ وحدك لا شريك لك اللهم ربَّنا وربَّ كل شيئ أنا شهيد أن محمدا عبدُك ورسولُك ، اللهم ربَّنا وربَّ كل شيئ أنا شهيد أن العِبادَ كلَّهم إخوة ، اللهم ربَّنا وربَّ كل شيئ إجعلني مخلصا لك وأهلي كل ساعة من الدنيا والأخرة يا ذا الجلال والإكرام اسمع واستجب الله اكبر الله اكبر الله اكبر ، الله نور السمٰوات والأرض الله اكبر حسبي الله ونعم الوكيلُ الله اكبر الله اكبر ، اللهم اعنّي على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك .
ومما ترجى بركته أن يقول عقب الفرض :
Termasuk yang diharapkan keberkahannya bacaan setelah sholat fardlu
أستغفر الله العظيم لي ولوالديّ ولأصحاب الحقوق عليّ وللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات .
وهذا ما يقال عقب الصلاة الصبح فيقول :
Dan ini yang dibaca setelah sholat subuh
أستغفر الله العظيم الذي لا اله الا هو الحي القيوم واتوب اليه ×٣
لا اله إلا الله وحده لا شريك له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير × ١٠
لا اله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعزّ جنده وهزم الأحزاب وحده لا شيئَ قبله ولا شيئ بعده ، لا اله إلا الله ولا نعبد الا اياه له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسن الجميل ، لا اله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
اللهم أجرنا من النار ×٧
اللهم أجرنا وأجر والدينا من النار بجاه النبيّ المختار ، وادخلنا الجنة مع الأبرار بفضلك وكرمك يا عزيز يا غفار
اللهم إنا نعوذ بك من الفتن ماظهر منها وما بطن ×٣
نعوذ بكلمات الله التامّات من شرّ ما خلق ×٣
بسم الله الذي لا يضرّ مع اسمه شيئ فى الأرض ولا فى السماء وهو السميع العليم ×٣
رضينا بالله تعالى ربا وبالإسلام دينا وبسيدنا محمد صلى الله عليه وسلم نبيّا ورسولا ×٣
اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا رٓادّ لما قضيت ولا ينفع ذا الجدّ منك الجدّ ولا حول ولا قوّة الا بالله العلي العظيم .
سورة الفاتحة ×١ وإلهكم إله واحد لآ اله إلا هو الرحمٰن الرحيم ، أية الكرسي ×١
أمن الرسول بما أنزل اليه من ربه والمؤمنون كل أمن بالله وملآئكته وكتبه ورسله لا نفرّق بين أحد من رّسله وقالوا سمعنا واطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير . لا يكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا ان نسينا او اخطأنا ، ربنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ، ربنا ولا تحمّلنا ما لا طاقة لنا به ( واعف عنا واغفر لنا وارحمنا ×٣ ) انت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين ( البقرة : ٢٨٦-٢٨٥ )
شهد الله انه لآ اله الا هو والملآئكة واولوا العلم قائما بالقسط ، لآ اله الا هو العزيز الحكيم ، ان الدين عند الله الإسلام ( آل عمران : ١٨-١٩ )
قل اللهم مالك الملك تؤتى الملك من تشاء وتنزع الملك ممن تشاء وتعزّ من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير إنك على كل شيئ قدير ، تولج الليل فى النهار وتولج النهار فى الليل وتخرج الحيّ من الميّت وتخرج الميت من الحي وترزق من تشاء بغير حساب
( آل عمران : ٢٦-٢٧ )
اللهم ارزقنا فأنت خير الرازقين ، وانت حسبنا ونعم الوكيل ، ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم .
لقد جاء كم رسول من أنفسكم عزيزٌ عليه ما عنِتّم حريصٌ عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم ، ( فإن تولوا فقل حسبي الله لا اله الا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم ×٧ ) ( التوبة : ١٢٨-١٢٩ )
سورة الإخلاص ×٣
المعوّذتين ×١ ×١
وإنْ مِن شيئ إلا يُسبّح بحمده سبحانه وتعالى ، سبحان الله ×٣٣ الحمد لله ×٣٣ الله اكبر ×٣٣
لآ اله الا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير ، إن الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله عدد كمال الله وكما يليق بكماله ×١٠ (سفوله كالى)
ورضي الله عن اصحاب رسول الله اجمعين آمين يا الله يا مقلب القلوب والأبصار ثبّت قلبي على دينك يا الله يا حيّ يا قيّوم لآ اله الا انت يا الله يا ربنا يا واسع المغفرة يا ارحم الراحمين ×٣ اللهم آمين ، وصل وسلم على جميع الأنبياء والمرسلين وآلهم ، والحمد لله رب العالمين ، لآ اله الا الله ×٣ سيدنا محمد رسول الله حقا وّصدقا اللهم استجب دعانا واشف مرضانا وارحم موتانا وصل وسلم على جميع الأنبياء والمرسلين والحمد لله رب العالمين .
ثم يدعوا بما أحبّ : ............
Kemudian berdoa dengan doa yang disukai.......
ثم يقرأ المسبّعات العشرة المنسوبة الى الخضر عليه السلام ، وهي :
Kemudian baca al-Musabbi'at al-'Asyroh nabiyullah Khidir as. Yaitu ;
الفاتحة ×٧ الناس ×٧ الفلق ×٧ الإخلاص ×٧ الكافرون ×٧ أية الكرسي ×٧ سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم ×٧ صلوات إبراهيم ×٧
اللهم اغفر لي ولوالديّ وارحمهما كما ربياني صغيرا ولجميع المؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات ×٧
اللهم افعل بي وبهم عاجلا وآجلا فى الدين والدنيا والأخرة ما انت له اهل ، ولا تفعل بنا يا مولانا ما نحن له اهل انك غفور حليم جواد كريم رءوف رحيم ×٧
اللهم صل على سيدنا محمد عدد معلوماتك ×١٠
يا جبّار ×٢١ يا جبار أجبر حالي على وفق مرادك ولا تجعلني جبارا على عبادك ، انك على كل شيئ قدير ×٧
انتهى نهاية الزين للشيخ النواوي : ص ٧٨
Nihayatuzzain kagungan syaikh nawawi : hal 78
Jumat, 03 Juli 2015
Kajian Kitab Jurumiyyah Bagian 4
Bab Kalam : Bagian 4
الكلامُ : هو اللفظُ المُرَكَّبُ المُفيدُ بالوَضْع، وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ ، وفعلٌ، وحَرفٌ جاءَ لمَعنى.
فالاسم يُعرَفُ بالخَفضِ، والتنوينِ ،ودخولِ الألف واللام، وحروفِ الخَفضِ وهي: مِن، واِلى ،وعَن، وعلى، وفِي ، ورُبَّ، والباءُ، والكافُ، واللامُ، وحروفِ القَسَم وهي:الواو، والباء، والتاء.
والفعلُ يُعرَفُ بقد، والسِّين، وسَوف،وتاء التأنيث الساكنة.
والحرفُ ما لا يَصلُحُ معه دليلُ الاسم ولا دليل الفعل.
______________________________
(قوله: وَالفِعْلُ يُعْرَفُ....... إلخ) “Ciri Fiil"
Bagian 4 ini merupakan pembahasan lanjutan dari Bagian 3.
Ciri fiil ada 4, yaitu :
1. قدْ حَرْفِيَّة
2. سِيْن تـَنفِيْس
3. سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْف
4. تاء تـَأنِيْث سَاكِنـَة
Imrithi,
وَالفِعْلُ مَعْرُوْفٌ بقـَدْ وَالسِّيْنِ * وَتاءِ تـَأنِيْثٍ مَعَ السَّاكِنِر
1. قدْ حَرْفِيَّة
Dinamai قدْ yang حَرْفِيَّة karena dalam konteks ilmu nahwu, قدْ ada 3, yaitu :
- قد إسِمْ فِعِلْ, cirinya; kalimat setelahnya dinashobkan karena menjadi maf’ul bih, ma’nanya – (cukup).
Contoh : قدْ زَيْدًا دِرْهَمٌ, taqdirnya, يَكْفِيْ زَيْدًا دِرْهَمٌ
- قدْ إسْمِيَّة,cirinya; kalimah setelahnya dijerkan karena menjadi mudhof ileh, ma’nanya (menyukupkan).
Contoh : قدْ زَيْدٍ دِرْهَمٌ, taqdirnya, حَسْبُ زَيْدٍ دِرْهَمٌ
- قدْ إسْمِيَّة, cirinya; selalu masuk pada kalimah fiil. Mempunyai 4 ma’na :
• لِلتَّقلِيْلِ, artinya meminimalisir.
Contoh : قدْ يَصْدُقُ الكَاذِبُ, pembohong itu sedikit berkata jujur
• لِلتَّكْثِيْرِ, artinya, memperbanyak.
Contoh : قدْ يَصْدُقُ الصّادِقُ, orang jujur itu banyak berkata jujur
• لِلتَّحْقِيْقِ, artinya, menegaskan.
Contoh : قدْ قامَ زَيْدٌ, zaid benar-benar telah berdiri
• لِلتَّقرِيْبِ, artinya, mendekatkan.
Contoh : قدْ قامَتِ الصَّلاةُ, waktu sholat hampir datang
4 ma’na tersebut terklarifikasi menjadi 2 penempatan, yaitu :
- Khusus untuk fiil mudhore, yaitu ma’na لِلتَّقلِيْلِ dan لِلتَّكْثِيْرِ.
- Khusus untuk fiil madhi, yaitu ma’na لِلتَّحْقِيْقِ dan لِلتَّقرِيْبِ.
Syarat قدْ masuk pada fiil ada 4, yaitu :
- Fiilnya harus mutsbat(kalimat positif)
- Fiilnya harus mutasorrif (bisa ditasrif)
- Fiilnya harus ma’na khobariyyah (pemberitaan)
- Antara fiil dan قدْ tidak boleh terpisah.
2. سِيْن تـَنفِيْسِ dan,
3. سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ
Fungsi سِيْن تـَنفِيْسِ dan سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ adalah :
الدَّالـَّتان عَلى تـَأخِيْرِ زَمَانِ الفِعْلِ المُضَارِعِ عَنِ الحَالِ
Artinya, mengakhirkan zaman fiil mudhore dari hal (sekarang/present) menuju mustaqbal (masa depan/future).
Jadi, keduanya berfungsi untuk menjadikan fiil mudhore berma’na mustaqbal.
Namun dalam istiqbalnya, keduanya membunyai sisi perbedaan, yaitu
- سِيْن تـَنفِيْسِ, berfaidah مستقبل قريب.
Contoh : سأأذهب إلى المسجد, saya akan segera menuju masjid
- سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ , berfaidah مستقبل بعيد.
Contoh : سوف تعلمون, kelak kamu akan mengetahuinya
Qoidah,
والسِّينُ تَنفيسٍ تدلُّ القَريْبَ * وسوف تسويفٍ تدلُّ البَعيْدَ
سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ mempunyai ma’na yang lebih jauh dari pada سِيْن تـَنفِيْسِ karena sebuah qowaid nahwu menjelaskan, لِأنَّ زِيَادَة َالبناءِ تـَدُلُّ عَلى زِيَادَة َالمَعْنـَى artinya, penambahan huruf berbanding lurus dengan penambahan ma’na. (semakin banyak hurufnya, semakin banyak pula ma’nanya).
Qoidah,
وَكـُلُّ مَا زَادَ عَلى البـِناءِ * دَلَّ عَلى زِيَادَةِ المَعْناءِ
4. تاءْ تـَأنِيْث السَّاكِنة
Dinamai تـَاءْ تـَأنِيْث yang سَاكِنـَة karena dalam konteks ilmu nahwu, تـَاءْ تـَأنِيْث ada 3, yaitu :
- تـَاءْ تـَأنِيْث سَاكِنـَة. cirinya, selalu masuk pada kalimah fiil dan menjadi ciri i’robnya.
Contoh : (syiiran)
عَلـَمَتْ فحَيَّتْ ثـُمَّ قامَتْ فوَدَّعَتْ * فلمَّا توَلَّت كَادَتِ النـَّفسُ تزْهَقُ
- تـَاءْ تـَأنِيْث حركة الإعراب atau تـَاءْ تـَأنِيْث مُتـَحَرِّكَة. cirinya, selalu masuk pada kalimah isim dan menjadi penerima ciri i’robnya.
Contoh : ناصِرَة ٌ
- تـَاءْ تـَأنِيْث غيرَ حركةَ الإعراب. cirinya, masuk kepada kalimah isim, fiil, dan huruf, namun tidak sebagai harakat i’robnya. Contoh :
• Masuk pada kalimah fiil : تَنْصُرُ
• Masuk pada kalimah isim : لاحول ولاقوة
• Masuk kepada kalimah haraf : ثمّتَ, (dalam alfiyyah bab jama taksir)
Ciri fiil yang empat tersebut, penempatannya terklarifikasi menjadi 3 :
1. Khusus masuk pada fiil madhi, yaitu تأ تأنيث الساكنة
2. Khusus masuk pada fiil mudhore, yaitu سين بنفيس + سوف تسويف
3. Bisa masuk pada fiil madhi maupun mudhore, yaitu قد حرفية
____________________________
(قوله: وَالحَرْفُ مَا لايَصْلـُحُ......... إلخ)
“Ciri Huruf/Harf"
Ciri huruf adalah ditandai dengan tidak terdapatnya ciri isim dan fiil. Dengan kata lain, ketika dalam sebuah kalimat tidak terdapat ciri isim maupun fiil, kalimat tersebut disebut huruf. Hal seperti ini disebut golongan عَدَمِيْ مُطلـَقْ. Sedangkan عَدَمِيْ مُطلـَقْ adalah salah satu bagian dari golongan عَدَمِيْ . Golongan عَدَمِيْ ada 2 :
1. عَدَمِيْ مُطلـَقْ yaitu مَا لا يَصِحُّ جَعْلُهُ عَلاَمَة ًلِلوُجُوْدِ
Artinya, sesuatu yang tidak bisa dijadikan ciri untuk sesuatu yang ada (dengan ketidakberadaannya ciri dari benda lain (misal),tidak bisa menggambarkan ciri dari dirinya).
2. عَدَمِيْ مُقيَّدْ yaitu مَا يَصِحُّ جَعْلُهُ عَلامَة ًلِلوُجُوْدِ
Artinya, sesuatu yang bisa dijadikan ciri untuk sesuatu yang ada (dengan ketidakberadaannya ciri dari benda lain (misal), bisa menggambarkan ciri dari dirinya).
Huruf adalah termasuk pada عَدَمِيْ مُطلـَقْ, yang mana dengan ketidakberadaannya ciri isim dan fiil, bisa menggambarkan ciri dari diri huruf itu sendiri.
Imrithi,
وَالحَرْفُ لمْ يَصْلـُحْ لهُ عَلامَة ْ * إلاَّ انـْتِفـَا قـَبُوْلِهِ العَلامَة ْ
____________________________
Demikian pembahasan mengenai Bab Kalam, semoga bermanfaat.... ^_^
Setelah ini insyaa Allah akan dilanjutkan pembahasan Bab I'rob, tunggu di postingan selanjutnya...
Kajian Kitab Jurumiyyah Bagian 3
Bab Kalam : Bagian 3
(قوله: فالإسْمُ يُعْرَفُ.......إلخ)
“Ciri Isim : Huruf Jer"
Bagian 3 ini merupakan pembahasan lanjutan dari Bagian 2.
3. Huruf Jer
Berdasarkan ma’na dan muta’allaqnya, huruf jer terbagi 3, yaitu :
- Ashliyyah
مَا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ وِلِهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ
Huruf jer uang membutuhkan mutaallaq dan mempunyai ma’na dalam dirinya.
Contoh : مررت بزيدٍ
Qoidah,
وَهوَ مَايَحْتَاجُ إلىَ مُتَعَلقْ * لَهُ مَعْنىً فِى نَفْسِهِ يَتَعَلقْ
- Zaidah
مَا لا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ وِلا لَهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ بل لأجل توكيد المعنى فقط
Huruf jer yang tidak membutuhkan mutaallaq dan tidak mempunyai ma’na dalam dirinya, namun hanya berfungsi sebagai taukid (penguat statement).
Contoh : ليس زيد بقائمٍ
Qoidah,
وَمَا بِمُتَعَلقٍ لاَ يَحْتَاجُ * يُسَمَّى زَائِدًا لَيْسَ مَعْنًى لَهُ
- Syibeh Zaidah
مَا لا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ ولَهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ
Huruf jer yang tidak membutuhkan mutaallaq namun mempunyai ma’na dalam dirinya.
Contoh : ربَّ رجلٍ قائمٍ
Qoidah,
وَمَا لَهُ مَعْنًى دُوْنَ تعَلقٍ * فَشِبْهُ زَاِئٍد بِلاَ تَكَلُّفٍ
Menurut Kitab Alfiyyah, Huruf jer seluruhnya ada 20. Namun secara garis besar, menurut Kitab Jurumiyyah dan Imrithi, huruf jer ada 9, yaitu : مِنْ, إلى, عَنْ, عَلى, فِيْ, رُبَّ, بَ, كَ, dan ل.
Qoidah,
وَهِيَ مِنْ وَإلى وَعَنْ وَعَلى * وَفِي وَرُبَّ وَالبَاءُ وَالكافْ وَاللاَّمْ
Alfiyyah,
هَاكَ حُرُوفَ الجَرِّ وَهِيَ مِنْ إلى * حَتـَّى خَلا عَدَا حَاشَا فِيْ عَنْ عَلى
مُذ ْمُنذ ُرُبَّ لاَمْ كيْ وَاوٌ وَتا * وَالكافُ وَالبَا وَلعَلَّ وَمَتـَى
1. مِنْ
Ma’nanya ada 6, yaitu :
- إبْتِدَاءْ فِي الزَّمَانْ, mengawali dalam waktu.
Contoh : ( لمَسْجدٌ أ ُسِّسَ عَلى التـَّقوَى مِنْ أوَّلِ يَوْمٍ أحَقُّ (التوبة : 108
- إبْتِدَاءْ فِي المَكَانْ, mengawali dalam tempat. Contoh :
( سُبْحَانَ الـَّذِيْ أسْرَى بعَبْدِهِ ليْلاً مِنَ المَسْجدِ الحَرَامِ إلى المَسْجدِ الأقصَى. (الإسراء :1
- لِلتـَّبْعِيْض, sebagian. Contoh : ( وَمِنَ النـَّاسِ مَنْ يَقـُوْلُ آمنـَّا باللهِ (البقرة : 8
- لِلتـَّبْيـِيْن, menjelaskan. Contoh : ( فاجْتـَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثانِ (الحج : 30
Alfiyyah,
بَعِّضْ وَبَيِّنْ وَابْتـَدِءْ فِي الأمْكِنهْ * بمِنْ وَقدْ تـَأتِيْ لِبَدْءِ الأزْمِنهْ
- بَدَلِيَّة, Pengganti. Contoh : ( أرَضِيْتـُمْ بالحَيَاةِ الدُّنيَا مِنَ الآخِرَةِ. (التوبة : 38, taqdirnya : بَدَلَ الآخِرَةِ
Alfiyyah,
لِلإنتِهَا حَتـَى وَلامٌ وَإلى * وَمِنْ وَبَاءٌ يُفهِمَانِ بَدَلا
- زَائِدَة, ciri ma’na zaidah yaitu selalu menjerkan isim nakiroh yang didahului nafi/syibeh nafi (nahi dan istifham). Contoh : مَا لِبَاغٍ مِنْ مَفرٍّ (pada nafi)
Alfiyyah,
وَزِيْدَ فِيْ نـَفيٍ وَشِبْهِهِ فجَرّ * نكِرَة ًكمَا لِبَاغٍ مِنْ مَفرّ
2. إلى
Ma’nanya ada 2, yaitu :
- إنتِهَاءْ فِي الزَّمَانْ, mengakhiri dalam waktu. Contoh : صُمْتُ إلى يَوْمِ الخَمِيْسِ
- إنتِهَاءْ فِي المَكَانْ, mengakhiri dalam tempat. Contoh : سِرْتُ مِنْ مَكَّة َإلى المَدِيْنةِ
Alfiyyah,
لِلإنتِهَا حَتـَى وَلامٌ وَإلى * وَمِنْ وَبَاءٌ يُفهِمَانِ بَدَلا
3. عَنْ
Ma’nanya ada 4, yaitu :
- مُجَاوَزَة, melewati. Contoh : رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ القـَوْسِ
- بَعْدَ, jauh. Contoh : ( لتـَرْكَبُنَّ طـَبَقا عَنْ طـَبَقٍ (الإنشقاق : 19
- عَلى, atas. Contoh : (syair)
لاَهِ ابْنُ عَمِّكَ لاأفضَلـْتَ فِيْ حَسَبٍ * عَنـِّيْ وَلا أنتَ دَيَّانِى فتـَخْزُوْنِى
Alfiyyah,
بعَنْ تجَاوُزًا عَنـَى مَنْ قدْ فطـَنْ * بعَنْ تجَاوُزًا عَنـَى مَنْ قدْ فطـَنْ
كمَا عَلى مَوْضِعَ عَنْ قدْ جُعِلا * وَقدْ تَجـِيْ مَوْضِعَ بُعْدٍ وَعَلى
- عن إسْمِيَّة, kalimah isim, cirinya selalu dijerkan oleh huruf jer من. Contoh : (syair)
وَلقدْ أرَانِى للرِّمَاحِ دَرِيْئَة ً * مِنْ عَنْ يَمِيْنِيْ تارَة ً وَعَمَامِي
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
4. عَلى
Ma’nanya ada 4, yaitu :
- إسْتِعْلاءْ, meninggikan/mengataskan
إسْتِعْلاءْ Terbagi 2 :
• Haqiqi. Contoh : جَلسْتُ عَلى الكُرْسِي
• Majazi. Contoh : عليه دين
- فِيْ, dalam. Contoh : ( وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا (القصص : 15
- عَنْ, dari. Contoh : (Syair)
إذا رَضِيَتْ عَليَّ بَنـُوْ قـُشَيْرٍ * لعُمْرُ اللهِ أعْجَبَنِيْ رِضَاهَا
Alfiyyah,
عَلى لِلإسْتِعْلا وَمَعْنى فِيْ وَعَنْ * عَلى لِلإسْتِعْلا وَمَعْنى فِيْ وَعَنْ
- على إسْمِيَّة, kalimah isim, cirinya apabila lafadz على dijerkan lafadz مِنْ. Ma’nanya adalah فـَوْقَ.
Contoh : (Syair)
غدَتْ مِنْ عَليْهِ بَعْدَ مَا تـَمَّ ضَمْؤُهَا * تـَصِلُّ وَعَنْ قـَيْضٍ بزَيْزَاءَ مُجْهِلٍ
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
5. فِيْ
Ma’nanya ada 2 :
- سَبَبـِيَّة, sebab. Contoh :
دَخَلتِ امْرَأة ٌ النـَّارَ فِيْ هِرَّةٍ حَبَسَتهَا فلا هِيَ أطعَمَتهَا وَلا هِيَ ترَكَتهَا، تـَأكُلُ مِنْ خـَشَاشِ الأرْضِ
- ظرْفِيَّة, wadah. Terbagi 2 :
• Haqiqi : أنْ يَّكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَلِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ
Pada Dzorof (Wadah) ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) ada bentuk.
Contoh : المَاءُ فِي الكُوْزِ. Artinya, Air ada di dalam ember
• Majazi, ada 3
o أنْ لا يَكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَلِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) tidak ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) ada bentuk.
Contoh : زَيْدٌ فِي الخيْرِ, Artinya Zaid ada di dalam kebaikan
o أنْ يَّكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَليْسَ لِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) tidak ada bentuk.
Contoh : العِلمُ فِي الصَّدْرِ, Artinya, Ilmu ada di dada (hati).
o أنْ لا يَكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَليْسَ لِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) tidak ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) tidak ada bentuk.
Contoh : العِلمُ فِي الخيْرِ, Artinya, Ilmu ada didalam kebaikan.
Alfiyyah,
وَزِيْدَ وَالظـَّرْفِيَّة َاسْتبـِنْ ببَا * وَفِيْ وَقـَدْ يُبَيِّنانِ السَّبَبَا
6. رُبَّ
Ma’nanya ada 2, yaitu :
- تكثير, memperbanyak. Contoh : رُبَّ رَجُلٍ كَرِيْمٍ لقـَيْتُهُ
- تقليل, meminimalisir. Contoh : (Syair)
اَلاَ رُبَّ مَوْلُوْدٍ وَليْس لهُ ابٌ * وَذِيْ وَلدٍ لَمْ يَلدْهُ اَبَوَانِ
Syaratnya – menjerkan ada 5, yaitu :
• Yang dijerkan harus berupa isim dzohir
• Amilnya harus dengan fiil madhi
• Amilnya harus terletak dibelakang
• Isim dzohirnya harus nakiroh
• Isim nakirohnya harus disifati
7. بَ
Ma’nanya ada 10, dan sudah dijelaskan pada pembahasan basmallah.
8. ك
Ma’nanya ada 4 :
- لِلتَّشْبـِيْهِ, menyerupai, maksudnya :
مُشَارَكَة ُ أمْرٍ لأمْرٍ فِى المَعْنـَى شَرِيْفا كَانَ أوْ حَسِيْسًا
Menyertakan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya, baik (bertujuan) untuk memulyakan maupun menghinakan.
Contoh : زَيْدٌ كَالأسَدِ
- لِلتَّعْلِيْلِ, memberi alasan. Contoh : وَاذكُرُوْهُ كَمَا هَدَاكُمْ
- زَائِدَة لِلتَّوْكِيْدِ (tambahan untuk penguat statement). Crinya selalu masuk kepada lafadz مِثل.
Contoh : ليْسَ كَمِثلِهِ شَيْئٌ
- كاف إسْمِيَّة, kalimah isim, namun keberadaannya sangat jarang ditemukan. Contoh : (Syair)
أتـَنتَهُوْنَ وَلنْ يَنهَى ذوِيْ شَطـَطٍ * كَالطـَّعْنِ يَذهَبُ فِيْهِ الزَّيْتُ وَالفـَتَلُ
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
9. ل
Ma’nanya ada 4, yaitu :
- لِلمِلكِ, yaitu الوَاقِعَة ُبَيْنَ ذاتَيْنِ وَدَخَلـَتْ عَلى مَنْ يَمْلِكُ
Artinya, Lam yang terletak diantara dua dzat yang masuk kepada pemiliknya.
Contoh : للهِ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الأرْض
- شِبَيْه مِلكِ, yaitu الوَاقِعَة ُبَيْنَ ذاتَيْنِ وَدَخَلـَتْ عَلى مَنْ لا يَمْلِكُ
Artinya, Lam yang terletak diantara dua dzat yang tidak masuk kepada seseorang yang bukan pemiliknya.
Contoh : المَالُ لِزَيْدٍ. ¬Harta itu milik zaid (hakikatnya seluruh harta adalah milik Allah)
- تَعْدِيَّة, me-muta’addi-kan. Contoh : فهَبْ لِيْ مِنْ لـَدُنكَ وَلِيّا
- تَعْلِيْلِيَّة, memberi alasan. Contoh : جئْتـُكَ لإكْرَامِكَ
Alfiyyah,
وَاللاَّمُ لِلمِلكِ وَشِبْهِهِ وَفِيْ * تـَعْدِيَّةٍ أيْضًا وَتـَعْلِيْلٍ قـُفِيْ
Penempatan Huruf Jer terbagi 3, yaitu :
1. Khusus kepada Isim Dzohir, ada 7, yaitu : مُنذ, مُذ, حَتـَّى, كـَافَ, وَاو, رُبَّ, تـاء.
Alfiyyah,
بالظـَّاهِرِ اخْصُصْ مُنذ ُمُذ ْوَحَتـَّى * وَالكـَافَ وَالوَاوَ وَرُبَّ وَالتـَّا
Namun, Kaf digunakan menjerkan isim dzohir yang ma’rifat, sedangkan rubba untuk isim dzohir yang nakiroh.
Alfiyyah,
وَاخْصُصْ بمُذ ْوَمُنذ ُوَقتـًا وَبرُبّ * مُنكـَّرًا وَالتـَّاءُ للهِ وَرَبّ
2. Boleh Isim Dzohir, boleh Isim Dhomir, yaitu Sisa dari yang 7 tadi (13 huruf).
Huruf Qosam (Janji)
Huruf Qosam ada 3, yaitu :
1. تاء. Khusus masuk pada lafadz Allah. Contoh : تاللهِ
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya dibuang (ditaqdirkan)
• Bukan merupakan jawaban dari pertanyaan/syarat
• Tidak masuk pada Isim dhomir
2. باء. Boleh masuk masuk pada lafadz Allah, boleh masuk kepasa isim dhomir. Contoh : باللهِ، بهِ
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya ditampakkan (diperlihatkan)
• Boleh menjadi jawaban dari pertanyaan/syarat.
• Boleh masuk pada isim dzohir, boleh masuk pada isim dhomir
3. واو. Boleh masuk pada Lafadz Allah, boleh masuk pada isim dzohir. Contoh : وَاللهِ، وَالعَصْر
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya dibuang (ditaqdirkan)
• Bukan merupakan jawaban dari pertanyaan/syarat
• Boleh masuk pada isim dzohir dan lafadz Allah. Selain masuk kepada lafadz Allah hukumnya Syadz.
Qoidah,
وَقدْ يُجَرُّ الإسْمٌ حَرْفُ القـَسَمِ * وَاوٌ وَبَاءٌ تاءٌ أيْضًا فـَافهَمِ
Pada dasarnya, asal dari huruf qosam adalah wawu, لِشُهْرَتِهَا وَلِكَثـْرَةِ اسْتِعْمَالِهَا فِى القسَمِ, karena masyhur dan paling sering digunakan untuk sumpah (daripada huruf qosam lainnya).
_____________________________
Demikian pembahasan Bab Kalam Bagian 3, Tunggu Pembahasan Bab Kalam Bagian 4 di artikel selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


